Posts

SUKU AKIT: MENJAGA DAN MEWARISI TRADISI ADAT

Julianus P Limbeng Speed boad yang kami tumpangi dari Dumai menuju pulau Rupat, sangatlah berdesak-desakan. Meskipun sarat penumpang, namun kecepatan kapal kecil tersebut yang seakan-akan terbang di atas riak gelombang laut Selat Malaka sangat mengocok perut, sehingga bagi yang tidak terbiasa bisa pusing, karena cukup mengocok perut. Selama perjalanan speed boat tersebut singgah di beberapa pelabuhan yang sangat kecil. Dan sepanjang perjalanan kita bisa menyaksikan pasir-pasir putih sepanjang 12 km dan hutan-hutan mangrove yang masih sangat alami. Selama lebih kurang dua jam akhirnya kami melangkahkan kaki di Tanjung Medang, yang merupakan salah satu wilayah yang dihuni oleh suku Akit. Di pelabuhan tradisional ini, kita akan disambut oleh suara burung wallet yang diputar melalui kaset atau CD, karena di daerah ini banyak sarang burung wallet. Hal seperti ini dapat kita saksikan di desa-desa sekitarnya, seperti Tanjung Punak dan Tanjung Rhu. Selama kami berada di pulau Rupat, kami tidak...

KIBOT KARO DAN KREATIF EKONOMI

Julianus P Limbeng Dalam kesenian Karo, seorang perkibot dan kibot kiranya telah dapat dikategorikan sebagai bagian pemusik Karo. Ini tidak dapat dipungkiri karena fungsi dan perannya yang begitu vital dalam berbagai kegiatan adat-istiadat, meskipun tokoh folklore semisal Brunvan, atau James Danandjaja mengatakan setidaknya satu budaya dapat dikatakan milik satu etnis, apabila ia telah hadir dua generasi dalam budaya tersebut. Kehadirannya dalam kesenian Karo meskipun relatif masih baru, namun daya pikatnya cukup dahsyat menggempur ruang-ruang yang dulunya diisi oleh kehadiran musik yang biasa dikategorikan genuine dan indigenous. Dalam kasus ini sebenarnya tampak ke’munafikan’ kita dalam berkesenian. Banyak terdapat hal-hal yang bersifat paradoksal yang dibiarkan mengambang (flotation), yang terkadang dihadirkan dalam kata setuju dan tidak setuju. Namun secara sinkronik dan diakronik, ia telah mampu mendominasi dan hukum dominan kelihatannya sangat kuat berlaku disana. Terlepas dari m...

NO NAME DAN KESADARAN SENI

Image
Julianus P Limbeng [1] Lima tahun yang lalu, dalam sebuah surat yang dikirimkan oleh seorang pencipta lagu Karo senior kepada saya, ia memberitahukan bahwa sebenarnya ada beberapa lagu yang sebenarnya ciptaannya, tetapi selama ini disebutkan sebagai ciptaan orang lain. Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa dia bersedia melakukan dialog terkait dengan keberadaan beberapa lagu yang ia sebutkan tersebut. Artinya, meskipun kasus ini belum masuk dalam tahap sengketa, atau barangkali class action melalui jalur hukum, namun ketika nilai-nilai komersil muncul pada karya-karya seni, khususnya lagu-lagu Karo, mulai timbul kesadaran akan nilai-nilai komersil tersebut, setidaknya terbukanya pemahaman baru tentang pencipta dan hak cipta, namun kesadaran itu belum signifikan, karena banyak sekali kekayaan intelektual kita yang perlu mendapatkan perlindungan. Kesadaran akan hak cipta tersebut bagi masyarakat pada umumnya masih sangat minim sekali. Ini disebabkan beberapa factor, antara lain: pen...

Pengamen: Satuan Terkecil Manajemen Seni Pertunjukan

Julianus P Limbeng Pemimpin Redaksi Jurnal Seni Musik UPH julianus_limbeng@uph.edu Abstrak ‘Pengamen’ is one of music performance that we can see spread in many space in side town, bus, train, café, restaurant, and other place. They have many personality in same time, like an organizing many people in a performing art. In same time them must to be an artist, manager, treasure, staf administrator, master of ceremony, vocalist, musician, and trainer. Pengamen to be suvervisor for himself and build network, territory, and audience. For this case, pengamen has a strategy to manage himself depend to them goal setting. For a research about management performing arts, pengamen can represent it. ***** Stiker-stiker yang melecehkan pengamen juga dirasakan Sujud sebagai siksaan batin. "Ada tulisan ngamen gratis dan sebagainya, itu saya merasa ngelus dada. Betapa pengamen benar-benar telah mengganggu kenyamanan manusia. Apakah benar-benar begitu? Tak bolehkah ada sisa rezeki yang kami kais? ...

Pass away..

Dua bulan lalu Kaka Tua Rela Limbeng pergi menghadap bapa di surga, aku tidak bisa lihat terakhir kalinya abang sekaligus teman masa remajaku itu. Sepuluh tahun dia sakit lumpuh hingga akhirnya seminggu sebelum meninggal tidak dapat berkata-kata dan hanya matanya saja yang menerawang tanpa kedipan, namun napas kehidupannya masih ada... Kemarin (23/08/2007), kembali dua orang klanku menghadap sang khalik, Nenggolan Limbeng dan Bapa Udaku Nolong Limbeng. Mereka semua sakit, dan aku tidak sempat bicara sepatah kata pun jua... Dari jauh disini aku sampaikan ucapan: "Selamat jalan buat kalian bertiga..." Limbeng mergana..

Ose Karo kurang Populer

Makassar, Soramido Pawai Budaya yang diselenggarakan terkait dengan acara Gelar Budaya Komunitas Adat di Makassar, Sulawesi Selatan 24 - 26 Juli 2007 yang lalu, ada sepasang muda-mudi di atas beca hias mengenakan uis Karo. Merasa tertarik dengan kedua muda-mudi tadi, usai pawai di Benteng Rotterdam, saya menemui mereka dan menanyakan dengan bahasa Karo, karena saya yakin mereka orang Karo. Tetapi mereka senyum saja dan geleng kepala. Kemudian saya bertanya tentang asal usul busana yang mereka kenakan. Sang perempuan menjawab bahwa busana yang ia kenakan berasal dari Nusa Tenggara Timur. Namun ikat kepala yang digunakan memang dari NTT, dan kain yang ia selendangkan berasal dari Karo. Setelah saya jelaskan ia mengaku tidak tahu. Di acara ini juga diadakan pameran kebudayaan dari masing-masing masyarakat adat yang ada di Indonesia. Dari Sumatera Utara turut dipamerkan maket istana Sultan Serdang dan foto-foto tahun 1920-an tentang Perbapan Karo Hulu, Hilir dan beberapa daerah di Serdang ...

DOKURITSYU CA…

Julianus P Limbeng Nangkeng-nangkeng uruk Jung Keriahen si mesangat pe ngasep tentera e erlereng, padahal dalinna dalin taneh si la mejile. La kueteh piga kalak beliganna kerina, tapi la kurang dua puluh kalak. Ertengkuluk janah ergonje lengkap ia kerina, rupana metaneh. Ndekah aku ngadi natap-natap kerina tentera e, janahku njujung lau tare tambe ibas takal alu erlanamken kain panjang si rusur pe kujadiken jadi perembah agingku si Tabar. Kerina kalak sierlereng e ngelepusi aku si sangana mulih tapin Lau Beton, inganku ridi ras mbuat lau inemen sitep-tep erpagi-pagi ras karaben. Tentera siperpudina kel bas kalak ndai sempat ngadi kentisik, janah tatapna aku sisangana njujung tambe ras erabit datas saja ngenca. Ciremina aku, minter ka ungkena lerengna ndai ngikuti teman-temanna. Piga-piga wari ka, mulihken ka kuidah tentera ndai ku kuta. Erlereng ia kerina engkelilingi kuta. Tentera sipernah natap aku sangana mulih lau nari seminggu si lewat pe kuidah ikut denga ije. Kepeken kalak enda ...