Posts

Showing posts with the label gbkp

SALEKAN ANJINGKU

Sudah 18 tahun aku mengajar di kelas. Banyak hal tentang murid dan mahasiswa yang aku hadapi semester demi semester. Namun kadang aku berpikir, apakah aku ini betul-betul guru? Kadang-kadang aku berpikir, anjingku lebih guru dari aku. Aku teringat anjingku: SALEKAN FEBRIYANTI (1996-2003) Tahun 1996, ketika aku pertama sekali menginjakkan kaki di Bekasi, di Jl. Letnan Arsyad no. 48 Rt. 01/16 Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan tempatku tinggal waktu itu, aku diberi oleh seorang sahabat seekor anak anjing. Gemuk. Lucu. Berwarna hitam. Aku beri namanya SALEKAN. Meskipun nama ini sebenarnya nama seorang sopir bus Robinson Jaya (angkutan kampungku), namun oleh teman-teman dibuat kepanjangannnya menjadi SAlah Lepak Kel Aku Tigan (Salekan). Ada 4 hal kelebihan anjingku. Pertama, waktu (time). Ketika aku pulang ke rumah, anjingku selalu memberikan waktunya untukku untuk bermain, pun jika aku marah, dia beri waktunya kepadaku bersungut-sungut dengan tetap setia. Akulah orang yang paling penting bag...

Komentar Batak Karo

Bergurulah seh ku Tiongkok nina, adi ningku perlu, sebab sejarah kebudayaanta (Indonesia umumna) mbue idat ibas Tionghoa nari. engkai maka bage, erkiteken nai lit hubungen sejarah nusantara ras Cina. Adi si siksiki misalna keterangen-keterang en ibas Tionghoa nari, misalna ibas Kitab Chu-fan-chi sini itulis Chau-Ju-Kua tahun 1225, maka nina i Nusantara kerajaan si terkemuka ras terkaya sekitar tahun 1200an eme lit dua, eme i Jawa (Kadiri entahpe Kediri ras Sriwijaya). Sieteh maka kerajaan enda duana galang kel pengaruh Hindu ras Budha. Masing-masing kerajaan enda lit daerah kekuasanna. Kerna kerajaan Sriwijaya enda ndai ikatakenna ibas Kitab Chu-Fan-Chi ndai kekuasanna eme (1) P'ong-fong (Pahang) (2) Tong-ya-nong (Trengganau) (3) Ling-ya-ssi- kia (Lengkasuka) (4) Kilan-tan (Kelantan) (5) Fo-Lo-An (?) (6) Ji-Lot'ing (Jelutong) (7) Ts'ien-mai (?) (8) Pa-t'a (BATAK) (9) Tan-ma-ling (Tamralingga, Ligor) (10) Kia-lo-hi (Grahi di Semenanjung malaka) (11) Pa-lin-fong (Palemban...

GINTING’S SE-JABODETABEK

“Bermasmur dengan Rengget Karo” Jakarta, Soramido. Diawali dengan sarune ngeragam, gendang indung ngeratuh serta pukulan penganak dan gung secara bersamaan. Selanjutnya pemain sarune meniup sarunenya dengan mulut kembang kempis er-pulunama membawakan introduksi simalungen rayat untuk mengantarkan Alasen Barus dan Agustina br Pelawi tampil menyanyikan ayat-ayat alkitab dengan gaya masu-masu dalam cak-cak simalungen rayat pada acara Natal dan Tahun Baru Ginting Suka se-Jabodetabek, di Gedung Dittopad, Jakarta, Minggu malam (14/01/2007). Ini merupakan keunikan dalam acara tersebut, dimana pembacaan Alkitab dan Nats pengantar khotbah dinyanyikan oleh perkolong-kolong dengan improvisasi spontanitas, padahal biasanya momen tersebut dibacakan oleh pemimpin kebaktian, yaitu pembawa liturgi atau pengkhotbah. Namun dapat dipahami, karena pemimpin kebaktian dan pengkhotbah malam itu bukanlah seorang perkolong-kolong, yaitu Dr. Barus dan Pdt. A. Ginting Suka, DPS, mantan Ketua Moderamen GBKP. Ide ...