Posts

Showing posts with the label musik

TIPAN BR SEMBIRING

TIPAN BR SEMBIRING Raih Anugerah Seni MASMAT Jakarta, Soramido Perkolong-kolong tahun 30-an, Tipan br Sembiring (1906 – 1997) akhirnya menjadi satu-satunya penerima anugerah seni dalam acara Malam Anugerah Seni dan Mburo Ate Tedeh (MASMAT) yang diadakan di Plenary Hall Jakarta Convention Centre, Minggu 8 Juli 2007 yang lalu. Keputusan tim penilai yang dibacakan Cerdas Kaban, menyebutkan anugerah seni untuk kategori pencipta lagu. Tipan br Sembiring berhak mendapatkan piagam penghargaan, thropy dan uang tunai Rp. 10.000,- yang malam itu langsung diserahkan oleh Menteri Kebudayaan dan pariwisata, Jerro Wacik kepada ahli warisnya, Alasen Barus. Disamping sebagai pencipta lagu, Tipan sebenarnya lebih dikenal sebagai perkolong-kolong di tahun 30-an, dan tetap konsisten melakoninya sampai tahun 70-an. Dia juga salah satunya perkolong-kolong wanita yang dapat menciptakan lagu dengan syair yang cukup puitis dan menurut tim penilai berperan membangun semangat orang Karo yang sedang berjuang saa...

Zeigarnik, Seniman Karo

Julianus P Limbeng Sangana minem kopi, sekalak psikolog Rusia sitergelar Bluma Zeigarnik (1900 – 1988) mperdateken pelayan café ibas inganna minem. Setiap menu sini ipindo pengunjung pasti inget pelayan e, janah ingetna ise simesansa, janah ija inganna kundul. Ngidah fenomena enda muncul ketertariken ibas Zeigarnik, emaka ibanna sada penelitian ras menghasilken sada kesimpulen, nina bahwa tugas si lenga dung lebih menukah ngingetsa asa tugas si enggo dung ilakoken. Fenomena enda gundari sieteh gelarna sebagai Efek Zeigarnik. Aminna gia enda terkait ras psikologi, tapi menarik bicara si bandingken ras kesenimanan Karo. Pernah lit ibas sada kaset iendeken la kalak Karo lagu Bunga Rampe, ciptaan Alm. Reno Surbakti (1940 – 2004). Erkiteken ieteh kalak aku ermusik, emaka melala komentar si reh, baik memuji, janah lit ka si mandangi. Kurang pas kenca siakap endeken suku sideban lagu-lagu ‘berbahasa Karo’, misalna lagu Bunga Rampe ndai, siakap melecehken Karo, erkiteken lagu e berbahasa Karo....

About Musik Karo

saya jawab per poin aja langsung ya... --- emeia davina wrote: > 1. sejak tahun berapakah suku Karo mengenal seni > musik?dan apa saja jenis musik Karo yang asli! Kalau ditanya tahun yang pasti, belum ada data yang akurat tentang kapan musik Karo itu muncul pada masyarakat Karo. Biasanya munculnya seiring dengan adanya masyarakat itu sendiri. Tentang sejarah karo lihat buku Brahma Putro, Karo dari jaman ke jaman. Tetapi tentang musik itu sendiri mungkin bisa dilakukan pendeklatan folklore, yaitu cerita rakyat, legenda, mite, dan sebagainya. Bisa dilihat di buku Brunvand, atau Prof. James Danandjaja, Folklore Indonesia terbitan Grafitti press, jakarta. > 2. jenis aliran musik Karo lebih kearah mana? Kita tidak bisa membandingkan musik Karo ke jenis-jenis musik barat, karena musik Karo itu sendiri adalah mempunyai style tersendiri yang tidak dapat kita bandingkan melalui kacamata Barat, misalnya jazz, blues, hiphop, country, dsb., tetapi gejala kibot yang muncul belasan tahun te...

MUSIK ETNIK : PELENGKAP PENDERITA ?

Julianus Limbeng Dalam sebuah catatan Tony Prabowo dikatakan bahwa musik kita dewasa ini menunjukkan gejala yang mencemaskan, yaitu ada ambivalensi dalam sikap para komponis Indonesia terhadap kekaryaan, terutama yang bersangkutan dengan apa yang disebut ‘musik baru’ atau kontemporer. Para pemusik ingin mengasah kreativitas, ingin dimengerti dan diterima masyarakat luas, tapi juga ingin memenuhi tutuntutan world music untuk menegaskan identitas mereka, terutama identitas musiknya. Hal ini terjadi secara sepintas dapat dipahami karena ada kaitan antara bermusik murni dan kekomersialan sebuah karya. Oleh sebab itu meskipun tidak serta-merta bertentangan, juga sangatlah tidak mudah untuk memadukan dua unsur tersebut dan membutuhkan satu kepiawaian. Hasilnya selama ini yang kita lihat adalah penyelipan unsur-unsur musik tradisional ke dalam idiom musik barat yang mudah dicerna seperti pop dan jazz dengan cara setengah-setengah tanpa mempertimbangkan ‘spiritualitas’ dari musik etnik itu sen...

ALAT-ALAT MUSIK SUMATERA UTARA

Julianus P Limbeng Pendahuluan Sumatera Utara adalah salah satu propinsi yang didiami oleh suku bangsa yang majemuk atau heterogen. Sedikitnya ada 8 etnis yang mendiami daerah ini, yaitu : Melayu, Toba, Mandailing, Karo, Simalungun, Pak-Pak Dairi, Pesisir Angkola, Nias, Jawa, Tamil, Cina dan suku bangsa yang lain yang sudah lama tinggal di Sumatera Utara. Suku-suku bangsa ini dapat dengan mudah diidentifikasi berdasarkan tempat atau wilayah yang didiaminya. Suku bangsa Melayu menempati daerah di sepanjang pantai Timur mulai dari perbatasan Aceh sampai ke perbatasan Riau; Karo di Kabupaten Karo, sebagian Deli Serdang, dan sedikit di Aceh Tenggara; Simalungun di Kabupaten Simalungun, demikian juga Toba, Pak-Pak Dairi, Mandailing dan seterusnya. Nias mendiami pulau Nias. Identifikasi ini berdasarkan daerah administrasi saja, namun di masing-masing kabupaten tersebut juga terdapat etnis-etnis lain walaupun sebagai bahasa pengantar sehari-hari dipergunakan bahasa setempat. Namun jika kita l...

KULCAPI

By: Kiel Nangins “Jadi lanai bo kurang ergana e Ma..?”, ningku man sierbahan kulcapi e. “Ii…, lang. Labo man bandu saja kubahan bage ergana. Bupati pe nukursa bage nge kuban”, nina perbapan ndai janahna mbuat kulcapi. “Enda sorana si mejilena ndi…”, nina ka tole janahna mereken kulcapi ndai bangku. Lit ije surdam, balobat, bagepe pingko-pingko. Lit ka deba kulcapi si langa cet, janah lit ka deba si enggo cat tapi transparan saja. Tapi kulcapi e buen rupana mbiring. “Kai nge bahanndu cetna e”, ningku ka janah njemak kulcapi siberekenna ndai. “Ee.., rahasia…”, nina. Kepeken amin gia kuakap ia tradisional, tapi bas ia pe kepe lit rahasia dagang. Em percakapenku ras ia ibas tahun 1993 sangana kutukur kulcapi man bana. Amin gia Rp. 75.000,- ngenca ergana tupung e, tapi pe cukup meherga man bangku. “E kulcapi si man bandu e produksi ke sekian…” nina. Biasana gitar klasik si mejile lit nomor serina, tapi enda kulcapi pe ietehna produksi ke piga. Emaka man bangku ia tuhu-tuhu sekalak si njelim...

SENI(MAN) KARO, OH…

Julianus P Limbeng Seni(man) Karo dalam tulisan ini mempunyai beberapa pengertian dan sekaligus menjadi bahan ulasan. Pertama, kata man dalam kurung dapat diartikan ‘bagi’ atau ‘buat’., yang berarti Seni bagi Karo; Kedua, man berarti makan, dalam hal ini terkait dengan masalah ekonomi. Seni (cari) makan, seniman Karo; Ketiga, masalah profesi; Keempat, masalah kesenimanan atas nama atau ‘milik’ salah satu suku bangsa, yaitu Karo. Oh…, merupakan gambaran ekspresi yang bermacam-macam, tergantung bagaimana kita mengucapkannya. Silakan ekspresikan masing-masing. Setidaknya saya juga punya ekspresi tersendiri akan dua huruf tersebut. Sampai saat ini saya masih menyimpan sebuah pesan pendek (SMS) seorang seniman Karo di telepon bergerak saya. Berkali-kali saya membaca pesan tersebut dan merenung. Kadangkala saya ingin melupakannya, tetapi tanpa disadari pikiran-pikiran itu selalu datang tanpa sengaja. Karena bagi saya ada momen, yaitu kesempatan yang menurut hemat saya sangat bagus dimanfaatk...

KARO SKALA MINOR

Julianus P Limbeng* Saat launching Album ‘Toba Dream 1’ MS Production yang diarans Viky Sianipar beberapa tahun yang lalu, [ -- dimana lagu yang menjadi andalannya Piso Surit, karya Djaga Depari --] Bens Leo, seorang pengamat musik memberikan komentar “Koq lagunya seperti lagu Sunda”. Saya yang hadir saat itu tidak memberikan komentar apapun, karena saya ingin tahu sejauh mana mereka tahu tentang lagu Karo, karena yang dibicarakan adalah lagu tersebut. Demikian juga ketika saya meniup balobat dalam sebuah kesempatan, Pak Suroso Hadimulyo, pangrawit (pemain gamelan) Jawa mengatakan: “Koq kayak Sunda..ya Oom..?” Padahal jika dilakukan analisis musikal, jelas-jelas sebenarnya tidak sama. Namun jika kita simak komentar singkat tersebut, ada beberapa hal sebenarnya menarik dicermati. Pertama, dapat diasumsikan bahwa lagu dan musik Karo kurang populer di masyarakat. Sebagai contoh misalnya ketika lagu ‘Mbiring Manggis’ ciptaan Tumtam Tarigan cukup populer dikira lagu Minang, demikian juga ha...