Posts

Rumah Adat Karo

Image
Banyak rumah adat Karo yang mengalami kerusakan, namun salah satu Rumah Adat Karo (Batak Karo) dalam gambar trrdapat di Anjungan Provinsi Sumatera Utara, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.
Image
“DJATADU”  PEMAIN KULCAPI ITU TELAH TIADA - Obituari : Djasa Tarigan Oleh : Dr. Julianus P Limbeng Djasa Tarigan menerima 'pangan kehamaten' dari tuan rumah, Ibu C. br Kemit dalam sebuah upacara ritual Dokumen. J. Limbeng, 2009 Ketika merekam upacara Erpangir Ku Lau September 2009 yang lalu di Medan, pemain kulcapi itu benar-benar menikmati petikan-petikan kulcapi (alat musik petik Karo) yang ia mainkan. Mulai dari cak-cak Simalungen Rayat hingga Silengguri. Untuk menghormati perannya sebagai Sierjabaten dalam upacara yang sudah jarang diadakan oleh masyarakat tersebut, tuan rumah sambil menari membawa makanan khas Karo yang enak berupa nurung, galuh emas,  dan sebagainya. Begitu serius dan khusuknya ia menggeluti perannya dalam ritual tersebut. Ia memejamkan matanya seolah tidak peduli siapa saja yang ada hadir disana. Ia ikut menggerakkan badannya mengikuti ritme gendang lima sendalanen dan kadang-kadang ia padukan juga dengan ritem kibot, sambil memeti...

KBRI Pyongyang - Delegasi Kem. Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI pada Festival Bunga Kimilsungia ke-15, Pyongyang 11–13 April 2013

KBRI Pyongyang - Delegasi Kem. Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI pada Festival Bunga Kimilsungia ke-15, Pyongyang 11–13 April 2013

OLEH-OLEH DARI HONG KONG

Image
Julianus P Limbeng Booth Indonesia di Filmart 2013 Kunjungan kami ke Hong Kong kali ini adalah menghadiri dua kegiatan sekaligus yang pelaksanaannya bersamaan, yaitu “The 17 th Hong Kong International Film and TV (Filmart 2013)” yang dialaksanakan pada tanggal 18 – 21 Maret 2013, dan “Hong Kong Flower Show” yang dilaksanakan pada tanggal 15 – 24 Maret 2013. Hari terakhir Fimart The 17 th Hong Kong International Film and TV (Filmart 2013) merupakan sebuah kegiatan rutin yang dilakukan Pemerintah Hong Kong yang berkaitan dengan pasar film dan TV yang diikuti berbagai negara. Kegiatan ini sudah 17 kali dilaksanakan di Hong Kong Convention and Exhibiton Centre (HKCEC) yang diorganisir oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC). Tujuan dari Filmart adalah untuk mempromosikan Hong Kong sebagai wilayah yang mendistribusi dan memproduksi Film, Program TV dan yang berkaitan dengan hiburan di Asia Pasifik. Disamping itu juga kegiatan ini sekaligus sebagai ajang m...

OLEH-OLEH DARI PYONGYANG

Image
Julianus P Limbeng Mengunjungi tempat kelahiran Kim Il Sung Hubungan baik Republik Indonesia dengan Korea Utara diawali ketika Presiden Soekarno melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara pada bulan November 1964, yang kemudian dibalas dengan kunjungan kenegaran Presiden Kim Il Sung yang disertai putranya Kim Jong Il pada bulan April 1965. Pada kesempatan kunjungan itu, tepatnya tanggal 13 April 1965, Presiden Indonesia Soekarno mengajak Kim Il Sung berjalan-jalan ke Kebun Raya Bogor, yaitu tempattumbuhnya berbagai jenis tanaman. Saat kedua pemimpin besar itu berjalan-jalan di taman itu sambil menikmati indahnya suasana, Kim Il Sung berhenti sejenak untuk menikmati deretan anggrek jenis “dendrobium” asal Makassar, yang sedang mekar. Melihat sejawatnya tertarik dengan bunga itu, Bung Karno langsung memberikan bunga anggrek tersebut kepada Kim Il Sung. Hadiah itu sekaligus sebagai hadiah ulang tahun untuk sang tamu. Pada saat itu juga, Bung Karno berinisiatif untuk memberikan na...

GELENG OH GELENG

 Julianus P Limbeng Adi lit kenca kerja-kerja bas kuta, uga pe ia ikut sibuk ras kuskas. Mulai kin ki ranting, muat bulung gadung ras tadur, nikapken nakan jelma sienterem, nuci piring, ngelaken pangan man kade-kade ras seterusna. Pokokna dung kerja-kerja e maka ia ngadi erdahin. Kerja ise saja pe la erpilihen. Ia tetap hadir. Adi bereken upahna, la pernah ialokenna. "Enda penukur isapndu Geleng..." nina kalak, cirem saja ngenca ia. Erkiteken keaktifenna bas dahin-dahin anak kuta, emaka tangkel me gelarna 'anak beru kuta'. Kira-kira sepuluh tahun si lewat, la ieteh ija nari asalna, tading me ia ibas kuta. Bahasa Karo kin pe langa bo ietehna. Saja cerita punya cerita, makana ia ningen korban tsunami Aceh. Lit ka deba ngatakenca ia pindah erkiteken i Aceh lit GAM. Tapi ia sungkuni pe labo ietehna, keluargana pe labo tandena nari. Ise gelar orang tuana pe labo ietehna, erkiteken kitik-kitik denga enggo lanai er-orang tua. Bahasana pe bahasa Aceh denga, bahasa Indones...

BUDAYA SPIRITUAL : Kesan Perjalanan ke Myanmar

Image
Julianus P Limbeng cukup terkenal             Selama lebih kurang satu setengah jam pesawat Singaporea Airlines (SQ) yang membawa kami dari Jakarta akhirnya mendarat di Bandara Changi, Singapura. Selama lebih kurang transit setengah jam, akhirnya perjalanan pun dilanjutkan dengan pesawat Silk Air dan mendarat di Yangon International Airport. Perjalanan ini merupakan kali pertama ke negara yang dulu dikenal dengan Burma ini. Melihat tampilan bandar udaranya, kesan pertama saya adalah ’sederhana’. Demikian juga setelah melewati  imigrasi dan penjemput dari Kedubes RI membawa kami ke kota Yangon saya terbayang ketika tahun 70-an, ketika saya masih duduk di bangku SD. Angkutan kotanya sangat sederhana. Namun ketika melewati Shwedagon Pagoda, pagoda yang paling besar di Myanmar yang menjulang tinggi berwarna emas, saya langsung takjub dan  terkagum-kagum. Begitu megah dan terkesan cukup mewah yang sangat kontras...