Posts

GELENG OH GELENG

 Julianus P Limbeng Adi lit kenca kerja-kerja bas kuta, uga pe ia ikut sibuk ras kuskas. Mulai kin ki ranting, muat bulung gadung ras tadur, nikapken nakan jelma sienterem, nuci piring, ngelaken pangan man kade-kade ras seterusna. Pokokna dung kerja-kerja e maka ia ngadi erdahin. Kerja ise saja pe la erpilihen. Ia tetap hadir. Adi bereken upahna, la pernah ialokenna. "Enda penukur isapndu Geleng..." nina kalak, cirem saja ngenca ia. Erkiteken keaktifenna bas dahin-dahin anak kuta, emaka tangkel me gelarna 'anak beru kuta'. Kira-kira sepuluh tahun si lewat, la ieteh ija nari asalna, tading me ia ibas kuta. Bahasa Karo kin pe langa bo ietehna. Saja cerita punya cerita, makana ia ningen korban tsunami Aceh. Lit ka deba ngatakenca ia pindah erkiteken i Aceh lit GAM. Tapi ia sungkuni pe labo ietehna, keluargana pe labo tandena nari. Ise gelar orang tuana pe labo ietehna, erkiteken kitik-kitik denga enggo lanai er-orang tua. Bahasana pe bahasa Aceh denga, bahasa Indones...

BUDAYA SPIRITUAL : Kesan Perjalanan ke Myanmar

Image
Julianus P Limbeng cukup terkenal             Selama lebih kurang satu setengah jam pesawat Singaporea Airlines (SQ) yang membawa kami dari Jakarta akhirnya mendarat di Bandara Changi, Singapura. Selama lebih kurang transit setengah jam, akhirnya perjalanan pun dilanjutkan dengan pesawat Silk Air dan mendarat di Yangon International Airport. Perjalanan ini merupakan kali pertama ke negara yang dulu dikenal dengan Burma ini. Melihat tampilan bandar udaranya, kesan pertama saya adalah ’sederhana’. Demikian juga setelah melewati  imigrasi dan penjemput dari Kedubes RI membawa kami ke kota Yangon saya terbayang ketika tahun 70-an, ketika saya masih duduk di bangku SD. Angkutan kotanya sangat sederhana. Namun ketika melewati Shwedagon Pagoda, pagoda yang paling besar di Myanmar yang menjulang tinggi berwarna emas, saya langsung takjub dan  terkagum-kagum. Begitu megah dan terkesan cukup mewah yang sangat kontras...

GAWAI DAYAK : Oleh-Oleh dari Sanggau

Image
Oleh : Julianus P Limbeng Ada beberapa hal yang cukup membuat saya takjub dan menarik, tatkala tiga hari menemani Pak Gede Ardika, mantan menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada Kabinet Gotong Royong, ketika berkunjung dalam perhelatan Gawai Dayak, yang diselenggarakan oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat pada awal Juli yang lalu. Ketakjuban dan ketertarikan saya adalah bagaimana sebuah tradisi masyarakat Dayak masih hidup dan dikembangkan dengan baik di era globalisasi sekarang ini. Tradisi-tradisi yang hampir punah direvitalisasi dan diaktualisasikan kembali dengan melibatkan masyarakat dan dukungan dari pihak pemerintah dan swasta. Tidak hanya tradisi yang menyangkut upacara yang berkaitan dengan budaya agraris, tetapi bagaimana pula lembaga adat berperan dan berfungsi dalam sistem yang ada. Gawai Dayak, atau pesta Orang Dayak yang telah beberapa kali dilakukan, merupakan upaya menghidupkan tradisi sekaligus adat istiada...

Serayan Tuhan

Image

Bapa Kami Sini Surga

Image

HIBUALAMO : Oleh-oleh dari Halmahera Utara

Image
Julianus P Limbeng Ada hal menarik ketika berkunjung selama empat hari ke Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara (17 – 20 April 2011). Meskipun perjalanan dari Jakarta menuju tempat ini cukup melelahkan, namun ketika berada di daerah ini kepenatan seakan terbalaskan dengan menikmati budaya dan kulinernya. Dari Jakarta saya berangkat pukul 05.40 pagi naik GA600 menuju Sam Ratulangie Manado dengan waktu tempuh dua jam tujuh menit. Transit selama empat puluh lima menit, kemudian dilanjutkan menuju Bandara Sultan Babullah di Ternate dengan waktu empat puluh lima menit. Dari Ternate menyeberang ke Pulau Halmahera dengan menaiki speedboat selama empat puluh lima menit, persis mengitari sisi kiri pulau Maitara dan Tidore. Pulau ini persis dilihat seperti gambar di uang pecahan seribu rupiah. Untuk mencapai Tobelo, masih membutuhkan empat hingga lima jam perjalanan darat dari Sofifi. Cukup melelahkan jika fisik kurang fit, tetapi banyak ha...

Kam Pengendesenku

Image