Posts

HIBUALAMO : Oleh-oleh dari Halmahera Utara

Image
Julianus P Limbeng Ada hal menarik ketika berkunjung selama empat hari ke Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara (17 – 20 April 2011). Meskipun perjalanan dari Jakarta menuju tempat ini cukup melelahkan, namun ketika berada di daerah ini kepenatan seakan terbalaskan dengan menikmati budaya dan kulinernya. Dari Jakarta saya berangkat pukul 05.40 pagi naik GA600 menuju Sam Ratulangie Manado dengan waktu tempuh dua jam tujuh menit. Transit selama empat puluh lima menit, kemudian dilanjutkan menuju Bandara Sultan Babullah di Ternate dengan waktu empat puluh lima menit. Dari Ternate menyeberang ke Pulau Halmahera dengan menaiki speedboat selama empat puluh lima menit, persis mengitari sisi kiri pulau Maitara dan Tidore. Pulau ini persis dilihat seperti gambar di uang pecahan seribu rupiah. Untuk mencapai Tobelo, masih membutuhkan empat hingga lima jam perjalanan darat dari Sofifi. Cukup melelahkan jika fisik kurang fit, tetapi banyak ha...

Kam Pengendesenku

Image

So Ni Arap

Image

Ijenda Aku, Suruhlah Aku

Image

Liembeng (seniman karo di Belanda)

Image

Hahoe Tal dan Gundala-Gundala

Image
Oleh : Julianus P Limbeng Keindahan alam merupakan sebuah anugerah yang patut disyukuri sebagai potensi kepariwisataan di Tanah Karo. Namun di sisi lain, sebenarnya masih ada unsur-unsur lain yang patut diperhatikan dan dipertimbangkan dalam mengembangkan kepariwisataan disana. Salah satunya adalah kekayaan budaya yang dimiliki oleh Karo itu sendiri. Bila berkunjung ke suatu daerah, biasanya sudah pasti ada uang lebih untuk membeli buah tangan, oleh-oleh berupa makanan khas atau cenderamata khas daerah tersebut. Cenderamata ini ada yang diperuntukkan pengunjung itu sendiri maupun buat orang lain. Di Tanah Karo memang telah terdapat beberapa cenderamata, seperti aneka ragam uis Karo (yang konon katanya bukan orang Karo lagi yang buat), alat-alat musik tradisional, beberapa jenis pakaian dengan tulisan Berastagi, sendok dan garpu dari kayu dengan tulisan ‘lake toba’ (tanah Karo mana?) dan seterusnya. Saya melihat unsure-unsur budaya Karo itu masi...

Ngepkep ate jadi

Image